Friday, February 11, 2011

Jalan Golongan Yang Selamat

Bismillahirrohmanirrohim...

Alhamdulillah..anakku..lapang cket ummi rasa selepas hari ni penat sangat seharian masuk kuliah buat homework,beruntunglah bagi sesiapa yang Allah bagi kelapangan masa.Semoga dapat menggunakan nyer dengan semanfaat-semanfaatnyer.

Ummi rasa banyak masa yang ummi kena cover balik coz rasanya ummi masih terbelakang dalam beberapa perkara.Dalam menuntut ilmu.Bernikah.Cemburu juga ummi dengan rata2 sahabiah ummi yang telah Allah angkat darjatnyer menjadi suri pelengkap suami sedang ummi masih terkapai-kapai kat bahtera Bumi Allah yang semakin usang dan tua ini.Bersyukurlah kalian para isteri sesungguhnya kamu telah dipelihara oleh Allah dari segala bentuk ancaman diluar dan diangkatkan darjat yang mulia disisi Allah sedangkan masih ramai yang “sendirian” dan berharap serta berjuang berhempas pulas di badai yang berombak ni..hanya Allah sahaja tempat pergantungan dan memohon harapan.(Mohon juga satu hari nanti Allah perkenankan)

Anakku...ummi kat sini,kat bumi ini sayang ada banyak tanggungjawab..Kalau anakku tahu selain sebagai seorang anak kepada ibubapanya ummi juga adalah seorang khalifah ...ya Khalifah..Ummi ada tanggungjawab untuk menjaga dan memakmurkan alam ini sayang..

Firman Allah “dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaku (adz-Dzariyat:56)..Sungguh hanya orang-orang yang tertentu sahaja yang bakal selamat di bumi ni.

“Jalan Golongan yang selamat” karangan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Penerbit Darul Haq,Jakarta..Manhaj(Jalan) golongan yang selamat antaranya:-

1)Golongan yang setia berpegang teguh kepada manhaj rasuluallah dalam hidupnya, dan manhaj para sahabat sesudahnya.

2)Golongan yang akan kembali merujuk kepada firman Allah dan sabda RasulNya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka.

3)Golongan yang tidak mendahulukan perkataan seseorang atas firman Allah.

4)Golongan yang sentiasa menjaga kemurnian tauhid.

5)Golongan yang senang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah dalam ibadah,perilaku dan segenap hidupnya.

6) Golongan yang tidak fanatik kecuali kepada Firman Allah dan Sabda Rasulnya yang ma’shum, yang berbicara tidak berdasarkan hawa nafsu.

7)Golongan yang adalah para ahli hadits

8)Golongan yang menghormati para imam mujtahidin,tidak fanatik terhadap salah seorang di antara mereka.

9) Golongan yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran.

10)Golongan yang mengajak seluruh umat Islam agar berpegang teguh kepada sunnah rasul dan sahabatnya

11)Golongan yang mengingkari peraturan dan perundangan-perundangan yang dibuat oleh manusia jika bertentangan dengan ajaran Islam

12)Golongan yang mengajak seluruh umat Islam berjihad di jalan Allah.

Anakku..doakan ummi..jadi golongan yang terselamat ya...

ummi yang merindui...

Wa’allahu ‘alam

Wednesday, February 09, 2011

Seadanya..

Bismillahirrohmanirrohim....

Sayanglah seseorang dengan seadanya..tidak kira ianya amat kamu cintai suami,isteri,anak,sahabat,musuh,ibu,bapa ..kerana semuanya pinjaman dan bakal pergi...Cintai Allah kamu takkan rugi kerana Allah pasti akan balas cinta kamu dan akhirnya kamu akan rasa lebih2 disayangi...
dan lebih menghargai...
i luv u Allah..
wa'Allahu alam..

Zikir..

Bismillahirrohmanirrohim..

Assalamu’alaikum anakku..

Ummi keletihan hari ni.Time macam ni perlukan makanan rohani untuk bina kekuatan (refresh energy) tenaga.Terlintas ummi pasal zikruallah.

Meringankan Bebanan Kerja-kerja Rumah Dengan Zikir
http://fiqh-sunnah.blogspot.com/

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin al-Mutsanna] dan [Muhammad bin Basysyar] - lafazh ini milik Ibnu Mutsanna keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja’far] Telah menceritakan kepada kami [Syu’bah] dari [al-Hakam] dia berkata; Aku mendengar [Ibnu Abu Laila] Telah menceritakan kepada kami [Ali]:

Bahwasanya Fatimah merasa sakit tangannya kerana menumbuk tepung dan ketika itu ada seorang pelayan yang menawarkan dirinya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Fatimah datang menemui Rasulullah untuk meminta seorang pembantu. Tetapi ia tidak berjaya menemui Rasulullah dan hanya bertemu dengan ‘Aisyah. Kemudian Fatimah menyampaikan pesanan kepada ‘Aisyah untuk disampaikan kepada Rasulullah. Ketika Rasulullah tiba di rumah, ‘Aisyah pun memberitahu beliau tentang kedatangan Fatimah.

Ali bin Abu Thalib berkata; “Lalu Rasulullah pergi ke rumah kami ketika kami sedang baring hendak tidur. Maka kami segera bangun, tetapi beliau mencegahnya lalu berkata: ‘Tetaplah di tempat kamu! ‘ Kemudian Rasulullah duduk di antara kami sehingga aku merasakan dinginnya telapak kaki beliau yang menyentuh dada-ku. Setelah itu, Rasulullah bersabda: ‘Inginkah kamu berdua aku ajarkan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang kamu minta? Apabila kamu baring hendak tidur, maka bacalah takbir (Allahu Akbar) tiga puluh empat kali, tasbih (Subhanallah) tiga puluh tiga kali, dan tahmid (Alhamdulillah) tiga puluh tiga kali. Sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagi kamu daripada seorang pembantu.’

Telah menceritakannya kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Waki’] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu’adz] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu al-Mutsanna] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Adi] seluruhnya dari [Syu’bah] melalui sanad ini. Di dalam Hadits Mu’adz dengan menggunakan kalimat; Apabila ‘kamu baring hendak tidur di malam hari.’ Telah menceritakan kepadaku [Zuhair bin Harb] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ubaidullah bin Abu Yazid] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu laila] dari [Ali bin Abu Thalib] Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakannya kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Numair] dan [Ubaid bin Ya’isy] dari [Abdullah bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] dari [Atha bin Abu Rabah] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Ali] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang sama dengan Hadits Al Hakam dari Ibnu Abu Laila. Di dalamnya ada tambahan,

Ali berkata; ‘Aku tidak pernah meninggalkan bacaan tersebut semenjak aku mendengarnya dari Rasulullah.’ Seseorang bertanya kepadanya; ‘Wahai Ali, adakah kamu juga tidak meninggalkan doa ini pada malam perang Shiffin? ‘Ali menjawab; ‘Ya. Aku tidak pernah meninggalkan bacaan ini pada malam perang Shiffin sekalipun.’ Sedangkan di dalam Hadits Atha dari Mujahid dari Ibnu Abu Laila dia berkata; aku bertanya kepada Ali; ‘Apakah kamu juga tidak meninggalkan doa ini pada malam perang Shiffin?’

Rujukan: Shohih Muslim, 13/259, Kitab: adz-Dzikr wad-Du’a wat-Taubati wal-Istighfar, Bab: Tasbih di Ketika Awal Siang dan Hendak Tidur, no. 4906. Maktabah Syamilah.

Dicatat oleh Nawawi Bin Subandi

Salam sayang ummi..


Monday, February 07, 2011

Urusan yang lebih daruriyyat

Bismillahirrohmanirrohim....

Anakku..sayang..ummi menulis lagi khas buat tatapanmu nanti dikemudian hari. kerja ummi banyak sangat sayang.Doakan ummi kuat yer untuk menghadapi ujian dan tugasan ummi ini.

Sayangku..setia ummi tetap untukmu.Pengharapan ummi agar kamu akan hadir dalam hidup ummi tetap utuh.sabarla sayang jika hadirnya kamu di muka bumi untuk menyinarkan cahaya dalam ummah anakku.hadirlah sayang.Namun jika sebaliknya,ummi berdoa agar anakku berlama la di alam sana lagi.Ummi mahu kamu anakku benar2 bersedia dengan perjanjian kamu dengan Allah sebagai khalifah. Tugas manusia sayang penuh dengan tanggungjawab ,ummi juga sedang berusaha dan masih belajar.ummi perlu banyak dan istiqamah menuntut ilmu..

Sayang...doakan ummi Berjaya membayar hutang ummi yer..anakku..serta dapat berbakti pada orang tua ummi.Ummi mahu mati syahid ...namun tuntutan “hutang” dan “berbakti dengan ibu bapa”merupakan priority(daruriyyat) syahid buat ummi masa kini. jika ibu tidak pandai membezakan daruriyat,hajiyat dan tahsiniyyat anakku mungkin ummi akan akan gagal dalam kehidupan ummi ini.

Dengar yer sayang..sabda Nabi:

“Bagi orang yang mati syahid akan diampuni dosa-dosanya kecuali hutang (Sahih:diriwayatoleh Muslim (6/34) dan Ahmad (2/20), dinukil dari Muhammad Nashiruddin al-Albani,Islam Mengetas Kemiskinan,Tujuan Kritis,Analisis Tentang Hadith Ekonomi,pustaka Azzam,2002,ms 75)

Dari Muhammad binAbdullah bin Tahsy,ia berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk ketika jenazah (para syuhada’) diletakkan ( di liang lahad).Lalu, baginda mengangkat kepalanya ke langit kemudian menundukkan pandangan dan meletakkan tangannya di atas dahinya seraya mengatakan :’Subhanallah,subhanallah!Betapa telah diturunkan hukum yang memberatkan!’

Abdullah berkata, Kami lalu mengetahui dan terdiam.Sampai esok harinya aku bertanya pada Rasulullah dan mengatakan:”Apakah pemberatan yang telah diturunkan?”

Baginda bersabda”Tentang hutang. Demi Tuhan yang jiwaku berada ditanganNya, kalau seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah,kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi,kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi,kemudian hidup lagi dan terbunuh lagi sedangkan ada tanggungan hutang padanya maka dia tidak akan masuk syurga sampai dia melunasi hutangnya(Hasan:Hadith riwayat an-Nasaa’i (VII/314-315),at-Thabarani dalam al-Ausath (IV/128),al Hakim dan disahihkannya serta disepakati oleh adz-Zdahabi(II/25).Ianya dinilai hasan oleh al-Albani.

Anakku,ummi perlu berbakti pada ibu ummi sayang.Sayang tak guna ummi mengejar syahid sekiranya urusan orang tua ummi masih tergantung.Namun ummi juga hanya boleh bantu sekadar RM100 sebulan untuk membayarkan bil telefon serta streamyz yang ummi mohon dahulu.Walaupun zakat hanya membantu keluarga dengan barangan makanan asasi seperti beras,gula,minyak dan ect yang berjumlah RM70 tapi tak cukup sayang..Ummi juga pening macam mana ibu ummi menguruskan kewangan di rumah yang hanya dibantu RM200 oleh seorang kakak yang kerja nurse(dah berumahtangga) dan seorang kakak yang berkerja dan belum berumahtangga untuk menguruskan kewangan dan belanja rumah..Pening ummi ..sayangku..doakan juga nenek kamu ya anakku semoga dipermudahkan urusan.Umurnya sudah lanjut .Sudah menjangkau 58 tahun sayang.Namun masih menguruskan 2 adik ummi.Soleh dan Zahid.Sungguh susah kehidupan nenek kamu tanpa bantuan suami disisi....

Moga dengan segala kesukaran ini menjadikan ummi seorang yang taat..dan berbakti pada orang tua...Sia-sia sahaja kehidupan ummi jika urusan orang tua ummi abaikan...Doakan ummi success dalam pembelajaran ummi ini..dan Berjaya sebagai seorang “khalifah”

“Dan kami wajibkan manusia(berbuat) kebaikan kepada kedua orang ibu bapanya............Hanya kepada Kulah kembalimu,lalu aku khabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”( 29,al-ankabut:8).

“And we have enjoined on man to be good and dutiful to his parents(29:8)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya,ibunya telah mengandungkannya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam 2 tahun.Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapamu,hanya kepadaKulah kembalimu.31,Luqman:14

“And We have enjoined on man (to be dutiful and good) to his parents.His mother bore him in weakness and hardship upon weakness and hardship, and his weaning is in two years-give thanks to Me and to your parents” (31:14)

Anakku..

Moga satu hari nanti kamu hadir...

Yang merinduimu....ummi lisa

Saturday, February 05, 2011

Tugasan amanah kamu

Anakku...

Bertemu lagi kita,ummi sayang kamu anakku..

Banyak betul tugasan ummi,hari ini ummi perlu membaca nota dan menyelesaikan tugasan yang telah diberikan oleh pensyarah .Ummi tahu tugas ini memerlukan ummi menjadi sabar dan kuat.doakan ummi yer anakku...sebagaimana ummi sabar menanti kelahiranmu..serta kewujudan mu di alam Fana ini.Doa ummi tak pernah putus2 moga keputusan ummi boleh mumtaz(cemerlang) dan jiddan((sangat) .Ummi berdoa moga keputusan ummi pada kali ini akan tinggi dan akhir semester nanti ummi dapat kelas pertama.Jadi pinjaman ini akan jadi biasiswa anakku..doakan ummi Berjaya ya..

Nanti kurangla beban hutang ummi sikit bila pinjaman Mara menjadi biasiawa.Moga ummi kuat.Ummi sudah kira jika ummi kekal dan majukan cket prestasi ummi.Ummi boleh dapat first class dgn izin Allah dipengakhiran pembelajaran ummi ini..Sayang..kamu juga nanti jangan malas ya..rajin dan sabar menuntut ilmu..sesungguhnya Allah meninggikan darjat seseorang dengan ilmu .Ummi juga sedang meneruskan hafazan ummi..harapan ummi biarla terang lagi faqih minda ummi ni...agar senang mencerap ilmu..ameen..

Sayang...ummi akan balik esok.Tinggalla ibu ummi,nekda kamu di sini.Kamu juga sayang ingatkan ummi ya agar sentiasa menuntut ilmu dan bertakwa kepada Allah dan berkata dengan perkataan yang tepat lagi benar..

“wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang tepat lagi benar”(Al-Ahzab 33:70)

Ummi sayang kamu....

Anakku

Bismillahirrohmanirrohim.......

Anakku...ummi minta maaf ummi masih tidak dapat mencari abi lagi...dua,tiga hari ini ummi kesedihan yang amat sangat.Mana tak nyer ummi melihat foto-foto sahabat sahabat ummi yang bahagia di sisi abi-abi mereka..

Maafkan ummi anakku...ummi usap perut ummi..sambil berdoa dan sambil memujuk hati ummi..
semuanya adalah ujian Allah buat ummi agar ummi sentiasa hampir dan dekat pada Nya..
"takdir Allah dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi".

Anakku,,walaupun kamu masih belum hadir, masih juga tidak wujud walau sekelumut pun dalam rahim ummi..namun ummi sudah mula berdoa...di malam hari ..di saat sunyi ummi menangis sambil berdoa pada Illahi..moga -moga ummi juga diberikan nikmat dan rezeki untuk berumahtangga seperti sahabat-sahabat ummi yang lain..ummi tumpang gembira bila membaca dan mengetahui perkembangan mereka..semuanya sudah memiliki anak-anak yang comel dan insyaAllah beriman dan dilindungi Allah memandangkan ayah mereka ummi kenal sebagai seorang yang beragama dan beramal soleh serta tidak pernah jemu menulis untuk berbakti pada masyarakat dalam pencerahan dan penjelasan ilmiah.alhamdulillah...syukur juga kerana mereka ini memang sangat pemurah serta banyak bersedekah dan membuat infak.Ummi ingat lagi ,ummi boleh dapat buku seorang penulis ni dgn harga RM5 sahaja sedangkan buku itu tertera harga RM12 dan jika harganya RM20 ke atas,ummi boleh dapat dgn harganya RM10 je...best betul ummi,maklum la masa tu tengah student..sekarang pun masih student..bila dapat buku memang ummi suka sangat..Moga Allah tambah keberkatan kepada mereka yang tetap istiqamah dalam penulisan.Ameen..

Ummi tengah-tengah cuti ni,rajin ummi mencari-cari balik sahabat-sahabat ummi dan dalam ummi cari2 ummi jumpa blog murrabi ummi dulu kak Anfaal.Kesemua anaknya sudah besar-besar anakku..hm..anaknya yang sorang ni sampai tertidur2 masa menghafal al-quran.terbayang wajah sorang-sorang dalam minda ummi dan alhamdulillah..keperibadian mereka yang indah dan persahabatan yang ikhlas mendorong ummi untuk sama-sama berjuang berusaha untuk menjadi insan yang dikasihani dan dirahmati Allahswt..

Annakku...ummi harap ummi masih tidak terlewat untuk menyambung cita2 ummi semula untuk menjadi para huffaz yang dikasihani Allah.Hari ini ummi berusaha menghafal ayat al-Baqarah 1-10.Bila ummi rehat ummi akan mengulang ayat ini beberapa kali.Harapan ummi anakku,agar ummi diberi kekuatan untuk menghafal 5 ayat seterusnyapada esok hari menjadikan 15 ayat kesemuanya.Semoga usaha kecil ummi ini dapat keberkatan dan semoga ummi dapat istiqamah dan bersabar dengan jadual belajar dan jadual hafazan ummi yang baru ummi rancang pada hari ini..Semuanya atas usaha ummi sendiri agar satu hari nanti ummi bakal mendapat cahaya mata yang mempunyai keazaman yang kuat pada agama seperti umminya..

Alhamdullillah cuti pada kali ini membawa rahmat dan mendekatkan ummi lagi pada akhirat..Hari ini ummi membaca journal 'merangka belanjawan dari perspektif Islam' penulisan Shabnam Mokhtar.Kesimpulan yang ummi dapat, ummi perlu tahu keperluan yang berbeza2 mengikut keperluan .yang mana satu al-daruriyat :perkara mutlak yang diperlukan untuk kehidupan manusia(survival),al hajiyyat:perkara yang apabila ianya tiada maka kehidupan manusia akan menjadi susah(avoid hardship) dan al-tahsiniyyat:perkara pelengkap yg menjadi hiasan tambahan didlmkehidupan(provide comfort)..tingkat utama nya untuk memelihara agama,jiwa,keturunan, akal dan harta benda(Maqasid al-shariah)

Ummi bagi contoh ya anakku,bagi senang faham.. bab nikah perkara daruriyah kerana ia akan meneruskan keturunan dan memelihara diri dari maksiat.Mengada kenduri adalah perkara hajiyat manakala pakaian pengantin yang indah merupakan perkara tahsiniyat..Disini ramai pasangan dan ibubapa tersalah memberi keutamaan.Tahsiniyat terlebih diberi keutamaan daripada daruriyat.jadi ramai yg menangguh pernikahan(daruriyat)kerana mengumpul wang dan hantaran dan pakaian pengantin (tahsiniyat).

Anakku...
ummi terdorong kembali untuk melihat budget ummi seharian .bagaimana ummi berbelanja dan bagaimana ummi perlu merancang kewangan ummi untuk membayar PTPTN serta terbaru tajaan MARA yang ummi perolehi setiap bulan untuk pengajian ummi kini..
Doakan ummi ya anakku..

Anakku..
Ummi keseorangan sayang.temani ummi ya...ummi bergantung pada Allah dan kini ummi mengharapkan seseorang yang akan hadir untuk membimbing ummi.Ummi lemah anakku..ummi takde tempat bergantung.Ummi seorang yang miskin.Siapalah yang mahu kan ummi(ummi tgh menangis ni).Moga airmata ummi ini dapat menghapuskan dosa dan melapangkan kesemua urusan ummi.Ummi tahu ummi perlu kuat,perjalanan setiap seorang berbeza dan ummi bersyukur.....setelah lama...ummi pergi bermujahadah,ummi kembali mendekatkan diri padaNya..Alhamdulillah..

Sayangku...andai suatu hari nanti kamu lahir dalam perut rahim ummi ini..Nasihat ummi berbaktilah pada agama anakku.Sayangilah ummi dan abi mu,sayangi juga saudara terdekatmu..ummi berharap kamu nanti seorang yang berakhlak mulia.Ummi juga sedang berusaha sayang ..mendidik diri dan hati ini untuk dekat pada Allah.Ummi harap juga kamu nanti seorang yang suka bersedekah dan memberi infak.Ummi telah di didik oleh Allah dengan kemiskinan anakku,ummi harap kamu pula akan menjadi seorang yang pemberi dan bukan seorang yang sering dan asyik menerima seperti ummi.Saling berbaik dengan semua orang dan salingla bertukar hadiah anakku,moga kamu nanti dapat menjalinkan hubungan yang baik dengan orang lain..

Akhir kalam ummi....doakan ummi sayang moga ummi akan memahami agama Islam dgn lebih dalam dan sentiasa dekat dgn al-Quran sampai pengakhiran umur ummi.Sentiasa ,ingat,rindu dan kasih pada Rasuluallah..

Thursday, February 03, 2011

Sebaik2 wanita





Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ


“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita/istri shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)
...
ALHAMDULILLAH..

Wednesday, February 02, 2011

Pertemukan ku jodoh yang baik


Pertemukan ku Ya Allah dengan suami yang baik, yang meminang dan menikahiku kemudian yang menjadi temanku di dunia dan di akhirat.
Ameen..

Jadikan daku wanita solehah yang disayangi Allah..

Ciri Ciri Suami Pilihan

Ditulis oleh Kapten Hafiz Firdaus Abdullah
Wednesday, 19 January 2011

Apakah ciri-ciri yang patut dicari dan dipertimbangkan oleh seorang wanita apabila dia ingin memilih calon suami? Berikut disenaraikan ciri-ciri yang penting, berdasarkan turutan kepentingannya.

Pertama: Agama.

Ciri pertama yang mesti diperhatikan ialah agama calon suami. Pastikan suami seorang muslim. Jika dia seorang bukan muslim, jemputlah dia ke arah agama Islam. Pastikan sebab utama dia memeluk Islam ialah kerana sayangkan Allah dan Rasulullah, bukan kerana sayangkan anda.

Jika calon memang beragama Islam, maka langkah seterusnya ialah memerhatikan tahap keislamannya. Kita tidak mahu Islam yang biasa-biasa, tetapi muslim yang berilmu, beriman dan beramal shalih.

Di sini calon suami bukanlah semestinya seorang ustaz berkelulusan jurusan agama. Akan tetapi dia hendaklah orang yang menaruh minat kepada Islam, berusaha untuk mendalami ilmu-ilmunya, rajin mengerjakan amal shalih dan menjauhi perkara mungkar. Ini penting kerana suami dipertanggungjawabkan untuk memelihara dirinya dan rumahtangganya dari api neraka. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka.” [al-Tahrim 66:06]

Perkara penting untuk turut diperhatikan, jangan hanya harap suami memiliki nilai agama yang bagus. Anda juga sebagai isteri mesti memiliki nilai agama yang baik agar dapat memainkan peranan sebagai isteri yang berilmu, beriman dan beramal shalih. Tidak dilupakan, sebagai isteri yang dapat menasihati dan membetulkan suami. Ini kerana kaum muslimin (lelaki) dan muslimat (perempuan) sebenarnya saling membantu antara satu sama lain:

Dan orang-orang lelaki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman, sebahagiannya menjadi penolong bagi sebahagian yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. [al-Taubah 9:71]

Kedua: Keluarga.

Ciri kedua yang perlu diperhatikan ialah sikap calon suami kepada keluarganya, khasnya ibubapanya. Ini kerana Islam amat menekankan seorang anak untuk berbuat baik kepada ibubapanya. Rasulullah bersabda: “Keredhaan Allah terletak pada keredhaan ibubapa manakala kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan ibubapa.” [Shahih Sunan al-Tirmizi, no: 1899]

Maka calon suami itu jika dia memiliki kefahaman agama yang baik akan memastikan ibubapanya redha dan senang menerima anda sebagai bakal menantu. Jika tidak, dia akan bercakap dengan penuh hikmah dan hormat bagi menyakinkan ibubapanya menerima anda sebagai bakal menantu. Dia tidak akan membelakangkan ibubapanya kerana anda, dia tidak akan menderhakai ibubapanya kepada anda. Calon suami hendaklah pandai memainkan peranannya di jalan pertengahan di antara ibubapanya dan anda sebagai bakal isterinya.

Di antara ayah dan ibu, seorang anak hendaklah mengutamakan ibunya berdasarkan sabda Rasulullah: “Sesungguhnya syurga terletak di bawah tapak kakinya (ibu).” [Shahih Sunan al-Nasa’e, no: 3104] Justeru perhatikan bagaimana layanan calon suami terhadap ibunya kerana ia memiliki kaitan yang amat kuat dengan bagaimana dia bakal melayan anda sebagai isteri. Seorang anak lelaki yang melayan ibunya dengan penuh keprihatinan besar kemungkinan akan melayan bakal isterinya dengan penuh keprihatinan juga. Seorang anak lelaki yang mengabaikan ibunya besar kemungkinan akan mengabaikan isterinya juga.

Ketiga: Ciri Kepimpinan.

Lelaki – yakni suami – ialah pemimpin dalam sebuah institusi keluarga. Allah menyatakan tanggungjawab ini: “Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan.” [al-Nisa’ 4:36]

Maka hendaklah anda memerhatikan ciri-ciri kepimpinan calon suami anda. Berikan dia satu senario dan perhatikan bagaimana dia membuat keputusan. Berikan dia satu permasalahan dan perhatikan bagaimana dia menyelesaikannya. Berikan dia satu perancangan dan perhatikan bagaimana dia mengaturnya. Berikan dia satu amanah dan perhatikan bagaimana dia bertanggungjawab ke atasnya.

Berkenaan ciri kepimpnan ini, hendalah diketahui bahawa kebanyakan lelaki masa kini ketandusan ciri kepimpinan. Ini kerana kebanyakan ibubapa mendidik anak lelaki dengan cara membiarkan mereka bermain di luar rumah sesuka hati manakala anak perempuan dididik sikap tanggungjawab menguruskan adik-adik dan pelbagai urusan lain. Hasilnya, kebanyakan wanita bersikap dewasa dan bertanggungjawab manakala kebanyakan lelaki bersikap “sesuka hati” dan tidak memiliki hala tuju yang tertentu.

Berpijak atas sejarah pendidikan ini, maka janganlah mengharapkan calon suami memiliki ciri kepimpinan yang baik. Boleh dijangkakan dia lemah dalam bab ini, maka anda boleh memainkan peranan menyedarkannya dari tidur yang lena. Berikan dia masa dan ruang untuk meningkatkan ciri kepimpinannya.

Keempat: Kewangan.

Suami bertanggungjawab ke atas kewangan (nafkah) isterinya. Rasulullah mengingatkan para suami: “Bertaqwalah kepada Allah berkenaan isteri-isteri kalian….mereka memiliki hak di atas kamu, iaitu nafkah dan pakaian pada kadar yang berpatutan.” [Shahih Muslim, no: 2137]

Perlu dibezakan, tanggungjawab kewangan suami ke atas isteri bukanlah bererti suami mesti kaya. Tidak ada manfaat memiliki suami yang kaya tetapi kedekut, suami yang berharta tetapi tidak memberi nafkah, suami yang berstatus tinggi tetapi masih meminta duit isteri. Akan tetapi yang penting lagi bermanfaat ialah suami yang sedar tanggungjawabnya untuk memberi nafkah kepada isteri pada kadar yang dia mampu.

Perlu juga ditekankan, suami tetap wajib memberi nafkah kepada isteri sekalipun isteri memiliki harta atau pendapatan sendiri. Suami tidak boleh mengabaikan tanggungjawabnya memberi nafkah kepada isteri yang kaya atau berpendapatan, juga tidak boleh memaksa isteri mengeluarkan belanja untuk menampung kewangan keluarga. Isteri dibolehkan mengeluarkan belanja atas pilihan dirinya secara rela, bukan paksaan.

Kelima: Akhlaknya.

Ciri kelima yang tidak kurang penting ialah akhlak calon suami. Rasulullah menekankan: “Sesungguhnya tidaklah sikap santun terdapat pada sesuatu melainkan ia menghiasinya dan tidaklah ia (sikap santun) tercabut dari sesuatu melainkan ia memburukkannya.” [Shahih Muslim, no: 2594]

Cara penampilan, kekemasan pakaian, arah pandangan, bahasa percakapan, kesungguhan mendengar, kejujuran mengaku salah, rendah diri menerima teguran, sabar terhadap apa yang tidak diingini, tenang dalam suasana marah, senyum dalam suasana tenang dan tegas dalam suasana dizalimi, semuanya adalah akhlak mulia yang perlu diperhatikan.

Jangan sekadar memerhatikan akhlak calon suami kepada anda kerana lazimnya ia mestilah baik. Akan tetapi perhatikan akhlak dia kepada orang lain seperti ahli keluarga, rakan kerja, peniaga buah dan pelayan restoran. Dengan cara ini anda dapat bezakan sama ada akhlak baik yang ditunjukkan calon suami kepada anda adalah tulen atau pura-pura.